Ratusan Santri Ikuti Wisuda Tahfidz Nasional Daarul Qur'an 2026 di Kota Tangerang
Ratusan Santri Ikuti Wisuda Tahfidz Nasional Daarul Qur'an 2026 di Kota Tangerang
KOTA TANGERANG – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti pelaksanaan Wisuda Tahfidz Nasional Daarul Qur'an 2026 yang digelar di Kota Tangerang. Ratusan santri dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti prosesi wisuda sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka dalam menghafal dan menjaga Kalamullah.
Kegiatan yang berlangsung meriah namun sarat makna tersebut dihadiri para santri, wali santri, asatidz, tokoh masyarakat, serta pendiri Daarul Qur'an, Ustadz Yusuf Mansur. Acara menjadi momentum istimewa bagi para penghafal Al-Qur'an yang telah menyelesaikan target hafalan mereka.
Dalam sambutannya, Ust. Yusuf Mansur mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan bersama Al-Qur'an. Justru, para wisudawan memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga hafalan, mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
Wisuda Tahfidz Nasional tidak hanya menjadi ajang penghargaan bagi para santri, tetapi juga menjadi bukti tumbuhnya semangat masyarakat dalam melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia dan berkontribusi bagi bangsa. Selama bertahun-tahun, Daarul Qur'an telah menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang konsisten mencetak para hafidz dan hafidzah dari berbagai daerah di Indonesia.
Suasana haru semakin terasa ketika para santri menerima penghargaan dan pengakuan atas capaian hafalan mereka. Banyak orang tua yang tampak meneteskan air mata kebahagiaan saat menyaksikan putra-putri mereka berdiri di atas panggung wisuda setelah melalui proses pendidikan dan pembinaan yang panjang.

Salah seorang wali santri, Gus Isqowi, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian putranya yang telah menempuh pendidikan selama lima tahun di Daarul Qur'an hingga mengikuti Wisuda Tahfidz Nasional 2026.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga. Selama kurang lebih lima tahun menempuh pendidikan di Daarul Qur'an, anak kami mendapatkan banyak pembinaan, bukan hanya dalam hafalan Al-Qur'an tetapi juga dalam pembentukan akhlak dan karakter. Wisuda ini menjadi momen yang sangat berharga bagi keluarga kami," ujarnya.
Menurut Gus Isqowi, putra ketiganya ini sudah menempuh pendidikan di pesantren Daarul Qur'an selama 5 tahun dan berhasil mengikuti prosesi wisuda tahfidz. Karena itu, momen tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri baginya .
"Sebagai orang tua, kami berharap hafalan Al-Qur'an yang dimiliki dapat terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga para wisudawan hari ini menjadi generasi yang mampu menghadirkan cahaya Al-Qur'an bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan," tambahnya.
Kesaksian para wali santri menunjukkan bahwa keberhasilan para hafidz dan hafidzah tidak terlepas dari sinergi antara pesantren, guru, dan keluarga dalam mendampingi proses pendidikan Al-Qur'an. Dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga unggul dalam akhlak dan kepemimpinan.
Melalui Wisuda Tahfidz Nasional 2026 ini, Daarul Qur'an berharap lahir generasi penjaga Al-Qur'an yang mampu menghadirkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin dalam kehidupan bermasyarakat. Dari Kota Tangerang, semangat mencintai Al-Qur'an kembali diteguhkan sebagai bagian dari ikhtiar membangun masa depan bangsa yang berlandaskan iman, ilmu, dan akhlak mulia.
"Ketika Ratusan Penjaga Kalamullah Dipersembahkan untuk Indonesia." (AZKANOVA MEDIA)
Related Articles