Politik Dunia Memanas: Refleksi Islami Tentang Kekuasaan dan Kehidupan
Dunia Ribut Kekuasaan… Manusia Lupa Tujuan
Setiap hari kita disuguhi berita:
Perang…
Konflik…
Perebutan pengaruh…
Negara saling menekan…
Pemimpin saling menjatuhkan…
Dunia seperti tidak pernah benar-benar tenang.
Seolah Semua Ingin Menguasai Dunia
Lihat saja bagaimana negara-negara besar berlomba:
Menguasai ekonomi
Mengendalikan energi
Memperluas pengaruh politik
Semuanya ingin kuat.
Semuanya ingin menang.
Tapi jarang yang bertanya: “Untuk apa semua ini?”
Kita Terlalu Fokus Pada Peta… Lupa Pada Makna
Kita hafal peta dunia… tapi lupa arah hidup.
Kita tahu siapa yang berkuasa… tapi lupa siapa yang sebenarnya Maha Kuasa.
Padahal sejatinya…
Tidak ada satu pun kekuatan di dunia ini yang benar-benar mutlak.
Semua hanya sementara.
Sejarah Sudah Berkali-Kali Mengingatkan
Dulu ada kekuasaan yang terlihat tak tergoyahkan…
tapi akhirnya runtuh.
Dulu ada pemimpin yang dielu-elukan…
tapi akhirnya dilupakan.
Karena satu hal yang pasti:
Yang abadi bukan kekuasaan… tapi pertanggungjawaban.
Di Tengah Kacau Dunia… Apa Peran Kita?
Mungkin kita bukan pemimpin dunia.
Mungkin kita tidak punya kekuasaan besar.
Tapi kita tetap punya peran:
- Menjaga hati agar tidak ikut penuh kebencian
- Menjaga lisan dari ikut menyebar keburukan
- Menjaga diri tetap berada di jalan yang benar
Karena perubahan besar… selalu dimulai dari diri sendiri.
Ketenangan Itu Bukan Dari Dunia yang Damai… Tapi Dari Hati yang Terhubung
Dunia mungkin tidak akan pernah sepenuhnya tenang.
Konflik akan selalu ada.
Kepentingan akan terus berbenturan.
Tapi… Hati kita tetap bisa tenang.
Bukan karena dunia berubah…
tapi karena kita kembali kepada Allah.
Akhirnya kita sadar ................
Dunia boleh berebut kekuasaan…
Tapi jangan sampai kita ikut kehilangan arah.
Karena pada akhirnya…
bukan tentang siapa yang paling kuat di dunia.
Tapi…
siapa yang paling siap saat kembali kepada-Nya.
( Gus Isqowi - Maestro Dzikir & Muhasabah - Pamulang 24 April 2026 )