Home Seni Judul: Kunjungan Yayasan Hijau Daun Mandiri di Galeri Lukisan Cekakik Indonesia

Judul: Kunjungan Yayasan Hijau Daun Mandiri di Galeri Lukisan Cekakik Indonesia

58
0
SHARE
Judul: Kunjungan Yayasan Hijau Daun Mandiri di Galeri Lukisan Cekakik Indonesia

Kediri-MenaraMadinah. Com Minggu Pahing, 1 Maret 2026 Sore yang cerah, Nur Habib, sang Pelukis Cekakik, pemilik Galeri Lukisan Cekakik Indonesia, yang berada di Dusun Sumber gayam Rt 049 Re 011, Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur, mengenakan kemeja batik lengan panjang warna hijau dipadu sarung bermotif garis-simeteia dan ber songkok hitam, duduk di teras depan dikursi antik perpaduan besi dan kayu tebal selaras dengan meja bundar kayu jati dibawah pelajaran: 'Galeri Lukisan Cekakik Indonesia, dari bahan pasir, menambah keunikan tersendiri. 
Sesekali keliatan melihat waktu di HP nya, dan akhirnya rombongan yang ditunggu datang, ya tamu istimewa di bulan suci ramadhan ini anggota dari Yayasan HIJAU DAUN MANDIRI, dari kota Kediri. 

Nur Habib, menyabut kedatangan tamu nya dengan ramah, selanjutnya para tamu dipersilahkan masuk ke rumah. 
Ketua Yayasan Hijau Daun Mandiri, Dra. Endang Pertiwi, mengungkapkan bahwa kunjungan di galeri Lukisan Cekakik ini adalah dalam rangkaian "Tour to Historical Places", " Anak-anak ini terdiri dari berbagai Perguruan Tinggi, sudah banyak mempelajari budaya barat/Eropa, namun justru kurang dalam mempelajari budaya sendiri, terutama budaya Jawa": ungkap Endang Pertiwi. Sedangkan Nur Habib, setelah mengucapkan rasa terimakasih nya atas kunjungan yang hangat dan penuh dengan rasa kekeluargaan ini mempersilahkan para tamu nya untuk langsung menuju ruang galeri yang berada di samping kanan ruang tamu rumah. 
Di dalam ruangan galeri tersebut dijelaskan secara singkat apa saja lukisan yang dipamerkan. 
"Lukisan-lukisan ini adalah karya dari, anak SD, SMP, SMA/MA, bahkan sarjana, sedangkan temannya antara lain: Lembu Suro, Dewi Kilisuci, Bagawanta Bhari, Tokoh Pendiri NU, Gus Dur, Tokoh NU Hasyim Muzadi": terangnya. 
Nur Habib, juga menjelaskan bahwa, dalam ruangan galeri juga dipajang berbagai Piagam penghargaan, dan foto kenang-kenangan dari SD Plus Rahmat Kota Kediri, pada saat dia menjadi guru tamu, kurang lebih 4 tahun. 
Para mahasiswa juga ada yang menanyakan apa Lukisan Cekakik itu bertahan lama?, apa ada perekat nya, bagaimana caranya melukis bahkan ada juga yang bertanha apakah pernah dijual? 
Pertanyaan-pertayan yang sangat bagus, dengan sabar dan santun dia me jelas kan, bahwa lukisan cekakik bertahan lama, sudah ada puluhan tahun, perekatnya ya gulanya itu, cara melukis nya menggunakan batang korek api, yang jelas sudah ada yang mengoleksi atau membeli. 
Dalam waktu yang singkat itu, ada acara serah-terima cenderamata, kepada Endang Pertiwi diberikan sebuah buku berjudul: "Songsong Masa Depan Cerah", dalam  buku tersebut juga ada sedikit tentang Lukisan Cekakik, secara keseluruhan  buku itu tentang pelayanan anak istimewa gangguan dengar, sedangkan Nur Habib, menerima sertifikat sebagai narasumber pendamping kunjungan di Galeri Lukisan Cekakik dan buah tangan yang mengesankan. 
Pada saat berpamitan Nur Habib, menyampaikan kesiapan nya memberikan materi cara melukis cekakik kepada para mahasiswa, sementara itu Endang Pertiwi, menyatakan ketertarikan nya untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa agar bisa praktek melukis dengan cekakik. 
Pertemuan singkat sore ini semoga kedepan nya bisa berlanjut dengan saling kunjung-mengunjungi. 

Semoga Yayasan Hijau Daun Mandiri dan Galeri Lukisan Cekakik Indonesia bisa maju bersama, untuk generasi muda yang akan datang. 
Nur Habib, mengabarkan.