Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi MBG Tanjunguban Selatan 4 Tutup Sementara.
Koran Bintan.com | TANJUNGUBAN — Masyarakat Tanjunguban, Bintan Utara, Bintan dihebohkan dengan pesan berantai dari sebuah grup whatsapp (WA) terkait informasi penutupan dapur Makan bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjunguban Selatan 4.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat malam bapak ibu semuanya. Sedikit informasi untuk hari ini, mohon maaf karena kondisi dari kami SPPG TANJUNG UBANSELATAN4 kekurangan dana untuk operasional sehingga untuk Senin ini s.d waktu yang belum ditentukan tidak beroprasional dulu. Sekian informasi dari saya, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Terimakasih.
Koranbintan.com yang ikut menerima pesan WA sebagaimana tertulis diatas mencoba untuk mencari kebenaran informasi tersebut ke SPPG Tanjunguban Selatan 4 yang terletak di Pasar Baru, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Senin (8/6/2026).
Baca juga : BGN Setop Sementara Pembangunan Dapur MBG Baru
SPPG yang biasanya ramai dengan senda gurau sejumlah pegawai yang mangkal didepan, hari itu terlihat kosong. Hanya terlihat sejumlah kenderaan operasional terparkir didepan kantor yang berada di seberang rumah seorang anggota DPRD Bintan tersebut.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) wilayah Riau, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat, Dr. Syartiwidya, S.TP., M.Si, membenarkan penghentian sementara layanan MBG tersebut.
"Untuk sementara operasional dihentikan karena anggaran dari Badan Gizi Nasional belum diterima. Setelah dana tersedia, pelayanan akan kembali berjalan seperti biasa," kata Syartiwidya menanggapi kebenaran kabar tersebut.
Doktor Bidang Gizi Masyarakat jebolan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengatakan, ada dua faktor utama yang menyebabkan penghentian operasional dapur MBG. Pertama, belum tersedianya anggaran untuk pengadaan bahan baku makanan.
Selain itu, kewajiban pengelola terhadap pembayaran insentif juga tidak bisa dilakukan. "Kebijakan ini berdampak kepada insentif para relawan yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program MBG," tutur Ketua DPD Pergizi Provinsi Riau ini.
Akibat kondisi tersebut, seluruh layanan MBG untuk penerima manfaat, baik kelompok Posyandu maupun siswa sekolah, terpaksa dihentikan sementara. "Untuk jadwal dimulainya kembali layanan masih menunggu hasil koordinasi lebih lanjut. Saat ini kami masih menunggu kepastian pencairan dana," tandasnya.(sam)
Related Articles