Tak Dapat Bantuan Dinas, Warga Ise-Ise Swadaya Beli 20 Set Meja-Kursi untuk SDN 13 Linge”
RRRNews.my.id || Takengon – Keterbatasan fasilitas tak memadamkan semangat belajar di SDN 13 Ise-Ise, Kecamatan Linge, Aceh Tengah. Selama bertahun-tahun sekolah ini belum mendapat pengadaan meja-kursi dari Dinas Pendidikan. Namun berkat swadaya masyarakat, 20 set bangku dan meja kini tersedia untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Kepala SDN 13 Ise-Ise, Sofian, mengungkapkan perjuangan panjang sekolahnya. “Sejak era Pak Uswadtudin hingga Pak Harun Manjola, setiap kami usulkan mobiler, jawabannya selalu sama: belum ada pengadaan. Solusi yang ditawarkan waktu itu, ‘coba pakai dana BOS dulu sementara’,” ujar Sofian, Rabu (4/6/2026).
Tak ingin siswa terus belajar tanpa fasilitas layak, pihak sekolah bersama komite menginisiasi rapat dengan warga. Hasilnya, masyarakat sepakat urunan. Dana yang terkumpul langsung dibelanjakan.
“Waktu itu komite diketuai Pak Herman. Setelah uang terkumpul, beliau langsung ke panglong kayu. Dari hasil swadaya itu, sekolah berhasil membeli 20 set meja dan kursi,” jelas Sofian.
Terkait aset lain, Sofian memastikan seluruh pembelanjaan dari dana BOS tercatat rapi. “Kalau beli buku atau barang dari dana BOS, begitu barang tiba di sekolah langsung kami foto dengan titik koordinat. Foto itu kami kirim ke Dinas untuk diinput sebagai aset daerah. Jadi jelas dan tidak jadi temuan,” tegasnya.
Meski sudah ada tambahan mobiler, SDN 13 Ise-Ise masih menghadapi kendala lain. Program revitalisasi reguler terhambat karena belum ada lahan yang layak. “Ada tanah yang dihibahkan untuk sekolah, tapi lokasinya di tebing. Tidak aman untuk bangunan. Saya harap masyarakat Desa Ise-Ise bisa duduk bersama mencari solusi,” pinta Sofian.
Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong warga Ise-Ise menjadi kunci. “Kami berjuang untuk masa depan anak didik. Alhamdulillah, dengan bahu-membahu, pelan-pelan kebutuhan sekolah bisa terpenuhi,” tutup Sofian.
Related Articles