Pengeroyokan Surabaya Tewaskan Pemuda SMA, Kakek Berduka

Peristiwa 06 Jun 2026 03:13 2 min read 72 views By ARIEF
Pengeroyokan Surabaya Tewaskan Pemuda SMA, Kakek Berduka
"Keadilan adalah napas terakhir yang dititipkan korban kepada bangsa"

SURABAYA, JAWA TIMUR – Tragedi pengeroyokan Surabaya kembali mencoreng wajah Kota Pahlawan. Thomas Julianus Kristianto (19), pemuda yang baru saja menamatkan pendidikan SMA, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban kekerasan sekelompok oknum perguruan silat. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi sang kakek, Margono (88), yang selama ini menjadi satu-satunya keluarga terdekat.

Harapan Masa Depan Pupus
Margono mengenang cucunya sebagai sosok rajin beribadah dan berprestasi di sekolah. Thomas bahkan masih menunggu jadwal pengambilan ijazah kelulusan sebelum tragedi menimpanya. “Anaknya baik, sekolahnya juga bagus, rajin ke gereja,” ujar Margono lirih. Harapan besar keluarga terhadap masa depan Thomas pupus seketika setelah operasi dini hari di RSUD Dr. Soetomo gagal menyelamatkan nyawanya.

Kronologi Dugaan Pengeroyokan
Informasi yang diterima keluarga menyebutkan dugaan aksi pemukulan terjadi di belakang SMA Negeri 11 Surabaya. Korban ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka parah di kepala. Meski sempat mendapat pertolongan awal, keterbatasan fasilitas membuat Thomas harus dirujuk ke rumah sakit rujukan. Sayangnya, upaya medis tidak mampu menahan laju maut.

Polisi Telusuri Fakta Hukum
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap kronologi lengkap dan pihak-pihak yang diduga terlibat. Jenazah Thomas juga menjalani autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian. Proses hukum ini diharapkan menjadi pijakan kuat untuk menegakkan keadilan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Keadilan Jadi Harapan Keluarga
Di usia senjanya, Margono hanya berharap aparat penegak hukum bekerja profesional. “Kami cuma ingin keadilan,” ucapnya penuh harap. Bagi Margono, Thomas bukan sekadar cucu, melainkan satu-satunya penopang hidup di masa tua. Kasus ini pun menyita perhatian masyarakat Surabaya yang menanti hasil penyelidikan resmi demi mengungkap fakta sebenarnya di balik tragedi pengeroyokan yang berujung maut.

Chat with us on WhatsApp