Home Sorotan Proyek KDMP di Sarirejo Picu Sawah Terendam, Petani Rugi Puluhan Juta

Proyek KDMP di Sarirejo Picu Sawah Terendam, Petani Rugi Puluhan Juta

Proyek KDMP di Sarirejo Picu Sawah Terendam, Petani Rugi Puluhan Juta

5
0
SHARE
Proyek KDMP di Sarirejo Picu Sawah Terendam, Petani Rugi Puluhan Juta

Keterangan Gambar : Pembangunan Gerai KDMP Desa Sarirejo Kec. Pati Kab. Pati ( red Dwi )

PATI | Realita62.My.Id- Petani di Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati mengeluh tentang kondisi saluran air yang tertutup karena adanya material pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). 

Akibat kondisi saluran air yang demikian, aktivitas para petani setempat di Desa Sarirejo itu pun sangat terganggu.

Salah satu petani setempat, Sugiharto, menyampaikan bahwa lahan sawahnya terendam banjir berhari-hari usai hujan turun. Pihaknya menyebut bahwa kondisi ini terjadi sejak proyek pengerjaan KDMP Desa Sarirejo berjalan.

Terlihat saluran air di tepi sawah yang seharusnya menjadi jalur pembuangan air tertutup lantaran kena timbunan material. Atas kondisi tersebut petani gagal tanam maupun gagal panen.

"Sawah ini ada tempat tujuan akhir air di sini, kalau dua jam dua jam hujan ini terendam semua. Apalagi ini dengan adanya bangunan KDMP air meluap terus, yang biasanya dua hari habis, ini dua minggu ndak habis, padahal sebelumnya menjadi pembuangan air," ungkapnya.

Sebagai informasi, sebanyak 10 hektar sawah di Desa Sarirejo terdampak genangan air sehingga petani merugi. Bahkan Sugiharto merasakan kerugian Rp 30 juta dari adanya imbas tersebut.

Para petani berharap agar pemerintah desa (pemdes) dan pihak pengadaan KDMP membuatkan selontong air sebagai wadah aliran air dari sawah menuju Sungai Simo. Terlebih, saluran air itu menjadi sarana paling vital untuk kondisi saat ini.

"Semua air di Sarirejo meluap dari Kutoharjo sampai ke sini sampai Simo. Kalau bisa harapan kami sini saluran di selatan dan di timur yang ditutup itu dikasih selontong," ungkapnya 

Sugiharto menilai, dibangunnya KDMP tanpa berkoordinasi dengan masyarakat. Bahkan pemilihan lokasi pun tidak pernah disosialisasikan terlebih dahulu.

"Ini terdampak 10 hektar lebih, petani rugi total. Kedua gagal panen, tanam hilang, terendam, udah dua kali," tuturnya.

Sugiharto menegaskan, petani setempat sudah memberikan masukan kepada Komando Distrik Militer (Kodim) 0718/Pati dan Pemerintah Desa (Pemdes) Sarirejo. Mereka berjanji akan memperlebar saluran air, tetapi ternyata sampai sekarang belum diwujudkan.

"Petani udah ngasih masukan ke Kodim dan perangkat, sekdes (sekretaris desa), katanya mau ditindaklanjuti, dilebarkan, nyatanya tetap mangkrak," ujarnya.

Ia mengusulkan beberapa alternatif solusi agar sawah tidak terus-menerus kebanjiran.

"Saluran air ke timur dikasih selontong supaya kalau ada banjir bisa lewat sini, kali satu jalur kewalahan dari barat, timur dari utara kan bisa cepet jalannya ke timur di depan Garudafood. Dan di depan pintu Kampoeng Pati ada pintu air, begitu banjir air tidak masuk ke sawah," tegasnya.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Sarirejo Wiku Haryanto menjelaskan bahwa gorong-gorong akan dibangun usai KDMP tuntas. Pihaknya mengaku sudah melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) menerima masukan pembangunan aliran air di sawah.

"Ada pembangunan KDMP, aliran air untuk pengurukan setelah selesai dikembalikan lagi, dikasih gorong-gorong. Sudah dikoordinasikan dengan Kodim, sudah ada Musrenbang, sudah menerima masukan," ungkapnya saat dikonfirmasi.

Meskipun demikian, Wiku belum tahu akan dibangun kapan aliran air di sekitar sawah tersebut. Bahkan pihaknya telah mediasi dengan Kodim 0718/Pati.

( Dwi s )