Penutupan di Desa Cinandang ini menjadi puncak sekaligus penutup yang berkesan dari seluruh rangkaian KKN Dakwah Institut Nurul Islam Mojokerto Tahun 2026 di Kecamatan Dawarblandong.
Penutupan KKN Dakwah di Desa Cinandang Jadi Penutup Paling Dinanti dan Penuh Kesan
Mojokerto, 30 Mei 2026 — Penutupan KKN Dakwah Institut Nurul Islam Mojokerto Tahun 2026 di Desa Cinandang menjadi penutup rangkaian kegiatan di Kecamatan Dawarblandong yang paling dinanti oleh masyarakat. Antusiasme warga sudah terlihat sejak sore hari, seiring tersebarnya kabar kesuksesan penutupan di desa-desa sebelumnya melalui perkembangan teknologi informasi. Pada pukul 19.15 WIB, Rektor Institut Nurul Islam Mojokerto sekaligus pendiri dan pengasuh YPP Nurul Islam Mojokerto, Ahmad Siddiq, tiba di Balai Desa Cinandang dan langsung disambut hangat oleh masyarakat. Pra acara diawali dengan penampilan tari “Mentok” dari anak-anak TK Desa Cinandang yang berhasil memeriahkan suasana. Selanjutnya, acara inti dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan seperti mahalul qiyam yang menjadi ciri khas penutupan KKN Dakwah di setiap desa. Momen yang paling dinantikan adalah sambutan Kepala Desa Cinandang, Bapak H. Agus atau yang akrab disapa Aba Agus. Dengan gaya khasnya, beliau membuka sambutan dengan penuh kehangatan, senyum, dan candaan yang langsung mencairkan suasana. > “Sejak saya menjabat sebagai Kepala Desa sejak tahun 2001, dan sekarang sudah periode ketiga, baru kali ini ada penutupan semeriah ini, semewah ini. Rasanya seperti orang punya hajatan besar, bahkan seperti yang punya hajat adalah Pak Camat.” Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan dan tawa dari para hadirin. Dalam sambutannya, beliau juga menyampaikan berbagai capaian Desa Cinandang hingga tingkat nasional, sekaligus memohon doa restu untuk mengikuti berbagai ajang bergengsi berikutnya. Pada kesempatan yang sama, Dr. KH. Ahmad Siddiq turut memberikan sambutan yang diselingi tausiyah. Beliau menyampaikan tentang pentingnya keyakinan terhadap turunnya rezeki dan keberkahan dari Allah SWT, baik dari langit maupun dari dalam bumi. Beliau juga menceritakan perjalanan berdirinya Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto yang dimulai dari nol pada tahun 2010. Dengan pertolongan Allah dan keberkahan yang terus mengalir, pesantren tersebut kini telah berkembang pesat dengan jumlah santri mencapai sekitar 12.000 orang. Penutupan di Desa Cinandang ini menjadi puncak sekaligus penutup yang berkesan dari seluruh rangkaian KKN Dakwah Institut Nurul Islam Mojokerto Tahun 2026 di Kecamatan Dawarblandong. Suasana kebersamaan, kemeriahan, serta nilai-nilai keislaman yang ditanamkan selama kegiatan diharapkan terus membekas dan membawa manfaat bagi masyarakat.(Bud/Kak Adi)
Related Articles