Penutupan KKN Dakwah di Desa Gunungsari Tampil Mewah dan Penuh Antusias
Penutupan KKN Dakwah di Desa Gunungsari Tampil Mewah dan Penuh Antusias
Mojokerto, 30 Mei 2026 — Penutupan KKN Dakwah Institut Nurul Islam Mojokerto Tahun 2026 di Desa Gunungsari berlangsung meriah pada Sabtu (30/5), mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi salah satu penutupan paling berkesan dalam rangkaian KKN di Kecamatan Dawarblandong. Suasana penutupan tampak berbeda dan istimewa dibandingkan desa lainnya. Acara digelar di pendopo Balai Desa Gunungsari dengan dekorasi yang tampak mewah, tersusun melingkar, sehingga menciptakan suasana yang elegan sekaligus hangat bagi seluruh tamu undangan. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, tokoh masyarakat, pemerintah desa serta pengurus Ranting NU Gunungsari. Kehadiran Rektor Institut Nurul Islam Mojokerto, Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M. kembali menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Kepala Desa Gunungsari, H. Susanto menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan KKN Dakwah di desanya. Sambutan beliau dibuka dengan pantun yang disambut meriah oleh para hadirin:“Ke Paris naik pesawat, mahasiswa Nuris memang hebat.” Pantun tersebut langsung mengundang tepuk tangan dan mencairkan suasana acara. Dalam lanjutan sambutannya, beliau menegaskan bahwa selama menjabat sebagai Kepala Desa sejak tahun 2015, belum pernah ada kegiatan KKN yang memberikan kesan sedalam ini. “Sejak saya menjabat tahun 2015 sampai sekarang, belum ada KKN sehebat dan sesukses KKN Institut Nurul Islam Mojokerto.”ujarnya. Lebih lanjut, beliau juga mengungkapkan bahwa dampak positif KKN ini mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat, bahkan hingga memotivasi generasi muda desa. Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya memberikan manfaat melalui program kerja, tetapi juga menginspirasi masyarakat. Salah satunya, terdapat anak dari Desa Gunungsari yang kini menjadi calon santri di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto. Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan kedekatan emosional antara Pemerintah Desa Gunungsari dengan Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto. Pemerintah Desa Gunungsari sebenarnya telah lama “ngefans” dengan Nuris, yang dibuktikan dengan adanya stiker Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto pada mobil operasional desa. Pernyataan tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan, menambah semarak suasana penutupan. Kegiatan ini menjadi penutup yang berkesan dalam rangkaian KKN Dakwah Institut Nurul Islam Mojokerto di wilayah Kecamatan Dawarblandong. Diharapkan, sinergi yang telah terjalin antara kampus dan masyarakat dapat terus berlanjut serta memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang.(Bud/Kak Adi)
Related Articles