Resmi Dilantik, PAC Fatayat NU Pakuhaji Masa Khidmat 2025–2029 Siap Perkuat Peran Perempuan Muda

STARAPOS.COM | Kabupaten Tangerang– Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Pakuhaji resmi dilantik untuk masa khidmat 2025–2029 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna Kecamatan Pakuhaji, Selasa (2/6/2026).
Pelantikan mengusung tema “Menguatkan Peran Fatayat NU Bersinergi dan Berkarya untuk Fatayat NU yang Aktif, Kreatif, dan Inspiratif”. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan peran perempuan muda Nahdliyin dalam berkontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat, khususnya di wilayah Pakuhaji dan sekitarnya.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PAC Fatayat NU Pakuhaji, Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Tangerang, serta Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Provinsi Banten. Turut hadir Ketua MWC NU Pakuhaji, perwakilan PCNU Kabupaten Tangerang, Camat Pakuhaji, Sekretaris Camat Pakuhaji, serta unsur badan otonom NU seperti GP Ansor, Banser, dan Pagar Nusa.
Selain itu, sejumlah pengurus PAC Fatayat NU dari kecamatan sekitar, di antaranya Sepatan, Sepatan Timur, Sukadiri, Kosambi, dan Mauk, juga hadir bersama perwakilan Pergunu dan Lesbumi.
Komitmen Mengabdi untuk Umat
Ketua PAC Fatayat NU Pakuhaji terpilih, Hj. Fauziah, S.Pd., menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari pengabdian nyata bagi organisasi dan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan kepengurusan tidak dapat dicapai tanpa kerja sama, loyalitas, serta semangat kebersamaan seluruh kader Fatayat NU.
“Pelantikan ini merupakan gerbang awal pengabdian. Kami berharap seluruh kader dapat bersatu, memperkuat organisasi, dan bersama-sama membangun Fatayat NU Pakuhaji agar semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya
Ia juga berharap Fatayat NU dapat menjadi mitra strategis pemerintah kecamatan dalam berbagai program kemasyarakatan.
Pentingnya Konsolidasi Organisasi
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tangerang, Maewati, M.Pd., mengucapkan selamat kepada kepengurusan yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya konsolidasi internal agar program kerja yang disusun mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, perempuan muda NU saat ini dituntut memiliki kapasitas intelektual yang baik sekaligus kemandirian ekonomi sehingga mampu berperan aktif di tengah perkembangan zaman.
“Saya berharap kepengurusan yang baru segera menyusun program kerja yang realistis, berdampak, serta tetap menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam setiap gerakan organisasi,” katanya.
Fatayat sebagai Garda Terdepan Kaderisasi
Perwakilan PW Fatayat NU Provinsi Banten, Suaibatul Islamiyah, S.Sos.I., menyampaikan bahwa Fatayat NU di tingkat kecamatan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak kaderisasi di masyarakat.
Ia menilai organisasi perempuan muda NU harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
“Gerakan Fatayat harus inklusif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan mampu berkolaborasi dengan program pembangunan daerah. Transformasi organisasi hanya dapat terwujud melalui kerja kolektif seluruh kader,” tegasnya.
Pemerintah Kecamatan Siap Berkolaborasi
Camat Pakuhaji, H.M. Supriyatna, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi atas pelantikan tersebut dan menyatakan kesiapan Pemerintah Kecamatan Pakuhaji untuk membangun kerja sama dengan Fatayat NU.
Ia berharap organisasi tersebut dapat berkontribusi dalam penanganan berbagai isu sosial, khususnya yang berkaitan dengan perempuan, anak, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga.
“Pemerintah Kecamatan Pakuhaji siap mendukung dan membuka ruang kolaborasi bagi Fatayat NU. Kami berharap organisasi ini dapat berjalan beriringan dengan pemerintah dalam memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menjaga Nilai-Nilai Perjuangan NU
Sementara itu, perwakilan Rois Syuriah PCNU Kabupaten Tangerang, H. Miftahul Hadi, mengingatkan pentingnya menjaga semangat khidmat kepada Nahdlatul Ulama serta meneladani nilai-nilai perjuangan para ulama pendiri NU.
Ia menekankan agar kader Fatayat tetap berpegang pada prinsip tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), i’tidal (adil), dan tasamuh (toleran) dalam menjalankan aktivitas organisasi.
Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi upgrading bagi pengurus baru yang dipandu oleh Wakil Ketua III PW Fatayat NU Provinsi Banten, Hera Sa’diati, S.Sos.I., M.M.. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan pengelolaan organisasi.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta. Kehadiran unsur pemerintah, ulama, serta berbagai badan otonom NU menjadi simbol kuatnya sinergi dan kebersamaan dalam mendukung perjalanan PAC Fatayat NU Pakuhaji selama masa khidmat 2025–2029.
Red: RAS
Related Articles