Lombok Tengah Breaking Featured

Kejaksaan Negeri Praya Membuktikan Mercusuar Adhyaksa di Bumi Tatas Tuhu Trasna Tetap Berdiri Tegak

Share berita ini
Kejaksaan Negeri Praya Membuktikan Mercusuar Adhyaksa di Bumi Tatas Tuhu Trasna Tetap Berdiri Tegak
Kejaksaan Negeri Praya Membuktikan Mercusuar Adhyaksa di Bumi Tatas Tuhu Trasna Tetap Berdiri Tegak
Loteng,NTB.TangkapUpdate24jam.my.id. Ditengah derasnya arus sinisme terhadap Lembaga Negara Kejaksaan Negeri Praya Lombok Tengah telah membuktikan bah...

Loteng,NTB.TangkapUpdate24jam.my.id. Ditengah derasnya arus sinisme terhadap Lembaga Negara Kejaksaan Negeri Praya Lombok Tengah telah membuktikan bahwa 

semboyan "Satya Adhi Wicaksana" bukanlah prasasti mati di dinding tapi Ia hidup, berdenyut, dan bekerja di setiap ruang pelayanan. Patut dan perlu di berikan apresiasi yang setinggi-tingginya 

 

Kejaksaan Negeri Praya membuktikan bahwa memberikan Pelayanan terbaik bukan hanya soal "cepat selesai". Tapi Kejari Praya telah menaikkan standar pelayanan publik ke 5 dimensi sekaligus:

 

 

Dimensi 1: Kepastian Hukum - "Kompas di Tengah Kabut"  

Setiap laporan masyarakat, termasuk aduan-aduan yang kompleks, tidak pernah dibiarkan menggantung. Mekanisme SP2HP berjalan. Pelapor tahu posisinya: sedang di mana, kurang apa, langkah selanjutnya apa. Kepastian ini menghilangkan 80% kecemasan publik. Itu pelayanan.

 

Dimensi 2: Transparansi - "Kaca, Bukan Tembok"  

Kejari Praya berani membuka ruang dialog. Tidak alergi dikawal. Tidak anti dikritik. Sikap ini mengubah persepsi: Kejaksaan bukan benteng tertutup, tapi rumah kaca yang siap diaudit nurani rakyat. Itu pelayanan.

 

Dimensi 3: Humanisasi Hukum - "Tegas pada Aturan, Lembut pada Manusia"  

Ruang Pidsus bisa jadi menakutkan. Tapi yang kami lihat: jaksa yang menjelaskan pasal dengan bahasa manusia, bukan bahasa kitab. Petugas PTSP yang menyapa dengan senyum, bukan dengan tatapan interogasi. Hukum jadi berwajah manusia. Itu pelayanan.

 

Dimensi 4: Integritas Tanpa Kompromi - "Timbangan yang Sama"  

Di hadapan hukum, nama besar dan nama kecil sama timbangannya. Sikap profesional, independen, tanpa tebang pilih yang ditunjukkan Kejari Praya adalah benteng terakhir. Ini yang membuat investor percaya, rakyat tenang, dan pejabat takut melanggar. Itu pelayanan.

 

Dimensi 5: Dampak Kemanusiaan - "Hukum yang Menghidupkan"  

Ujung dari semua proses hukum adalah manusia. Anak sekolah dapat ruang kelas layak karena pengawasan ketat. Petani dapat jalan bagus karena anggaran tidak bocor. Pedagang kecil tidak dipalak karena ada rasa takut pada hukum. Dampak inilah pelayanan sejati.

 

Kejaksaan Negeri Praya telah menjalankan wasiat memenuhi harapan masyarakat dengan memilih jalan sulit, jalan integritas 

Di era yang menggoda untuk "masuk angin", mereka tetap berdiri tegak sebagai Mercusuar.

 

Masyarakat Praya menitipkan tiga (3) harapan sebagai balasan cinta mereka:  

 1. Teruslah Konsisten: Jadikan standar pelayanan hari ini sebagai "lantai", bukan "plafon". Besok harus lebih baik lagi.,

 

 2. Teruslah Merakyat: Turun ke Desa, ke sekolah, ke pasar. Sosialisasikan hukum. Karena rakyat yang paham hukum = rakyat yang tidak mudah ditipu. ,

 

 3. Teruslah Jadi Mitra: Kami Semesta NTB siap jadi mitra kontrol sosial yang beradab. Kami kritik bukan karena benci, tapi karena cinta pada Lombok Tengah ini.

 

"Untuk Kejaksaan Negeri Praya: Kalian mungkin tidak membangun jalan dan jembatan, tapi kalian membangun fondasi paling penting dari semua itu - yaitu kepercayaan. Dan fondasi kepercayaan inilah yang membuat Lombok Tengah bisa berdiri kokoh menuju masa depan yang GEMILANG."

 

Salam hormat setinggi langit, sedalam samudra.  

Semesta NTB - Mitra Kawal Keadilan  

Lombok Tengah, 10 Juni 2026

 

(Ali Bin Ahmad)