BIDIK PERISTIWA JAKARTA – Pengamat pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menyoroti posisi Indonesia yang hingga kini masih menjadi anggota Board of Peace (BOP), menyampaikan pandangan bahwa negara ini perlu mengambil sikap tegas berdasarkan kepentingan nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Pernyataan ini disampaikannya dalam wawancara eksklusif pada hari Jumat (6/3), di mana ia juga menyebutkan nama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait keputusan pemerintah untuk tetap bertahan dalam forum tersebut.
Connie menjelaskan bahwa Board of Peace yang awalnya dibentuk sebagai wadah untuk memperkuat kerja sama perdamaian antarnegara, kini dinilai telah mengalami perubahan arah yang signifikan. Menurutnya, kondisi ini mengharuskan Indonesia untuk menilai ulang posisinya agar tidak terjebak dalam dinamika yang tidak sejalan dengan kepentingan bangsa.
"Jika kepentingan nasional benar-benar menjadi prioritas utama seperti yang selalu ditegaskan, Indonesia seharusnya berani mengambil sikap tegas tanpa harus takut menghadapi berbagai tekanan dari negara lain," ujar Connie.
Ia juga menyebutkan kemungkinan adanya ancaman yang datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap negara-negara yang memilih untuk memiliki sikap berbeda atau keluar dari forum tersebut. Namun, Connie menegaskan bahwa ancaman semacam itu tidak seharusnya menjadi faktor penghambat dalam mengambil keputusan yang terbaik bagi bangsa.
"Katanya beliau sangat pro kepentingan nasional, kalau untuk kepentingan nasional harga berapapun ancaman dari Trump, hanya karena keluar dari BOP dan bukan kesalahan Prabowo, Trump yang merubah Board Of Peace jadi board of war, kenapa meski takut," tegasnya.
Pengamat yang juga aktif dalam berbagai diskusi kebijakan keamanan internasional ini menambahkan bahwa Indonesia sebagai negara besar di kawasan Asia Tenggara memiliki peran penting dalam memimpin upaya pemeliharaan stabilitas regional. Oleh karena itu, setiap keputusan yang diambil terkait keikutsertaan dalam forum internasional haruslah didasarkan pada analisis mendalam terkait dampak jangka panjang bagi negara dan masyarakat.
Connie berharap pemerintah dapat segera melakukan evaluasi komprehensif terhadap keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, serta melakukan komunikasi terbuka dengan masyarakat terkait pertimbangan yang menjadi dasar keputusan yang akan diambil ke depannya.(red)










LEAVE A REPLY