BIDIK PERISTIWA JERUSALEM – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan resmi setelah pelaksanaan operasi militer besar-besaran yang menargetkan fasilitas nuklir dan struktur kepemimpinan Iran pada tanggal 3 Maret 2026. Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan sekadar konflik regional, melainkan apa yang disebutnya sebagai "perang moral" antara dunia bebas dan ancaman terorisme.
"Kami melawan orang-orang jahat, kami adalah pihak yang baik," tegas Netanyahu dalam wawancara eksklusif.
Perdana Menteri tersebut mengemukakan perbedaan mendasar antara posisi Israel–Amerika Serikat dan Iran terkait target operasi militer. Ia menuding rezim di Teheran dengan sengaja menargetkan warga sipil, sementara pihaknya mengklaim hanya menyasar infrastruktur militer serta aktor yang dinilai memiliki keterlibatan dalam ancaman keamanan nasional dan kawasan.
Menurut Netanyahu, langkah militer ini diambil sebagai langkah preventif untuk mencegah apa yang digambarkannya sebagai potensi ancaman nuklir di masa depan. Pemerintah Israel menilai program nuklir dan pengembangan rudal balistik Iran di fasilitas bawah tanah merupakan risiko serius bagi stabilitas kawasan Timur Tengah serta keamanan global secara keseluruhan.
Dalam kesempatan yang sama, Netanyahu juga memberikan apresiasi terhadap dukungan yang diberikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurutnya, kepemimpinan Trump menunjukkan ketegangan dalam menghadapi ancaman sebelum berkembang menjadi skala yang lebih besar.
"Meskipun situasi saat ini menunjukkan ketegangan yang tinggi dan dunia internasional terus memantau perkembangannya, saya optimis bahwa langkah ini bukan menuju perang tanpa akhir. Sebaliknya, ini merupakan implementasi dari strategi 'Peace Through Strength' atau perdamaian melalui kekuatan," jelas Netanyahu.
Hingga saat ini, dinamika geopolitik kawasan terus berkembang dengan cepat. Komunitas internasional telah menyampaikan seruan untuk melakukan de-eskalasi serta membangun stabilitas jangka panjang di kawasan yang telah lama mengalami ketegangan.
Redaksi









LEAVE A REPLY