Tebing Sungai Tergerus, Warga Pinggir Sungai Pauh Kwatir Dapur Rumah Ambruk
MUKOMUKO – Warga yang bermukim di pinggir aliran sungai Pauh mengaku khawatir karena tebing sungai sudah mendekati dapur rumah. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengancam keselamatan dan harta benda warga jika tidak segera ditangani.
Salah seorang warga dari Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Pon – pemilik usaha pangkas rambut – yang rumahnya berada dekat dengan aliran sungai tersebut mengungkapkan, longsor tebing sudah sangat dekat dengan dapur rumah tetangganya, Fitri. “Longsor tebing sungai sudah sangat dekat dengan dapur rumah. Kami takut kalau hujan deras, dapur bisa langsung ambruk,” ujar Pon saat ditemui media, Kamis (30/4/2026).
Menurut warga, pada tahun 2025 lalu pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko sudah turun untuk melakukan pengecekan lokasi. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut atau penanganan nyata di lapangan.
Warga berharap Pemkab Mukomuko segera memikirkan solusi dan merealisasikan penanganan tebing sungai tersebut. “Kami minta pemerintah jangan tunggu ada korban dulu baru bertindak. Tolong segera ditanggulangi sebelum masalah menyebar ke area pemukiman lainnya,” tambah warga.
Dengan kondisi tebing yang terus tergerus, warga meminta dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta instansi teknis lainnya untuk segera turun tangan melakukan pengecekan ulang.
Pon menambahkan, aliran sungai Pauh langsung mengalir ke Sungai Majunto, dan bagian tebing sungai Pauh yang tergerus oleh air diperkirakan panjangnya sekitar 35 meter. “Dulu dari informasi desa setempat, akan dibangun bronjong untuk menahan tebing, tapi hingga kini belum terealisasi,” jelasnya. (PPWI Mukomuko)
Related Articles