
Keterangan Gambar : Ketua Kelompok Tani Wanita Bello, Yohana Bistolen, tampak hadir memanfaatkan etalase. (foto: goe).
KUPANG-DETIK45 || Sebuah Kelompok Tani di Kelurahan Bello, Kota Kupang berhasil pasarkan hasil usaha tani dan perkebunan mereka. Nampak aktivitas ekonomi berbasis komunitas terjual melalui Lapak yang digunakan di teras rumah milik warga Kelurahan Bello, Kota Kupang.
Setiap hari Minggu mereka memanfaatkan jasa hasil pertanian kepada umat yang datang beribadah Misa Minggu.
Pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, umat Kapela Bello memadati area Etalase Umat Stasi Bello untuk membeli beragam hasil kebun, makanan olahan, dan kerajinan tangan produksi warga setempat.
Ketua Kelompok Tani Wanita Bello, Yohana Bistolen, tampak hadir memanfaatkan etalase umat, yang sebelumnya dikenal sebagai Lapak Tani Bello, untuk menjajakan hasil kebun kelompoknya.
Produk yang ditawarkan antara lain sayuran segar, rempah, serta aneka olahan pangan rumah tangga yang diproduksi secara mandiri oleh anggota kelompok.
“Etalase umat membantu kami menjual hasil kebun langsung kepada pembeli. Setelah ibadat, umat bisa membeli produk segar tanpa perantara. Ini sangat membantu ekonomi keluarga,” ujar Yohana di Bello, Minggu (1/3/2026).
Gagasan etalase umat diprakarsai oleh tokoh masyarakat sekaligus tokoh umat Bello, Goris Takene.
Kepada Media ini, Goris Takene yang juga Ketua RW 003 Kelurahan Bello itu menjelaskan bahwa inisiatif tersebut berawal dari sebuah lapak tani sederhana pada 2019 yang beroperasi setiap Minggu pagi setelah usai perayaan Misa Minggu.
“Awalnya hanya lapak kecil yang buka setiap Minggu pagi. Umat membawa hasil kebun, kerajinan, dan makanan olahan sendiri. Selain hasil pertanian warga sekitar, ada juga berbagai kerajinan, makanan siap saji, hingga aneka kue tradisional yang seluruh bahannya berasal dari produksi lokal milik warga,” ucap Goris.
Menurutnya, konsistensi kegiatan mingguan itu perlahan membangun kepercayaan masyarakat dan memperluas partisipasi umat. Dari aktivitas sederhana tersebut kemudian lahir konsep etalase umat yang lebih terorganisasi dan melibatkan berbagai kelompok umat basis gerejawi, termasuk kelompok tani wanita.
Ketua Stasi Bello, Donatus Manehat, yang ditemui di sela aktivitas belanja, menilai etalase umat merupakan bentuk konkret pelayanan gereja yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, khususnya penguatan ekonomi keluarga.
“Etalase ini bukan hanya tempat berjualan, tetapi ruang kebersamaan yang mempersatukan umat dalam kerja dan harapan. Di sini iman dan kehidupan sehari-hari saling menguatkan,” ujarnya.
Kehadiran etalase umat dinilai memberi dampak langsung bagi pelaku usaha kecil, terutama kelompok perempuan. Selain membuka akses pasar.
kegiatan tersebut juga mendorong kemandirian produksi dan memperkuat jejaring sosial antarumat.
Yohana berharap kegiatan ini terus berlanjut dan semakin banyak warga terlibat. “Kami ingin lebih banyak anggota kelompok tani wanita berpartisipasi.
Dengan dukungan umat dan gereja, kami optimistis usaha kecil di Bello bisa berkembang,” katanya.
Etalase Umat Stasi Bello kini menjadi ruang kolaborasi ekonomi berbasis komunitas yang rutin digelar setiap Minggu pagi, menghadirkan produk lokal sekaligus mempererat kebersamaan warga.
(goe).





LEAVE A REPLY