KALIMANTAN-16NEWS-Muhammad Sarmuji selaku Sekjen Partai Golkar mengaku sudah mengingatkan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud soal pernyataan tentang mobil dinas mewah seharga Rp 8,5 miliar yang menjadi sorotan publik.
Sarmuji mengatakan Gubernur yang juga kader dari Partai Golkar itu sudah diminta untuk lebih mendengarkan suara publik.
Meski ada berbagai alasan, katanya, seorang gubernur harus mengukur dengan kondisi rakyat, bukan dengan ukuran pribadi.
"Kami sudah berkomunikasi dengan Gubernur Kaltim
. Kami meminta untuk lebih mendengarkan suara publik di tengah efisiensi," kata Sarmuji di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Sarmuji menyebutkan dari penjelasan Rudy, anggaran untuk mobil dinas tersebut sudah disetujui pada tahun 2024.
Mobil dengan jenis itu pun menurutnya dibeli dengan sistem inden.
"Kalimantan Timur medannya berat, dengan luas wilayah seperti luasan pulau Jawa. Tetapi apa pun dia harus mengukur dengan kondisi rakyat," tuturnya.
Selain itu, Sarmuji mengatakan Rudy Mas'ud juga menjelaskan bahwa saat ini dirinya masih memakai mobil pribadi sebagai mobil dinas.
"Itu lebih baik meskipun pada dasarnya Gubernur berhak mendapatkan mobil dinas," ucapnya.
Sebelumnya, Rudy Mas'ud disorot publik akibat pernyataannya bahwa pengadaan mobil dinas mewah seharga Rp 8,5 miliar itu dilakukan demi menjaga marwah Kalimantan Timur.
Selain itu, dia mengatakan bahwa pembelian mobil dengan spesifikasi itu sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).










LEAVE A REPLY