Banyak orang bertanya-tanya, apa sebenarnya merek sepeda yang terlihat dalam foto tersebut?
jbn, PONTIANAK-Sebuah foto bersejarah yang menggambarkan para pangeran di Pontianak sedang menunggangi sepeda sekitar tahun 1890 menjadi sorotan baru di kalangan penggemar sejarah dan otomotif masa lalu.
Pada masa itu, sepeda merupakan barang mewah yang sangat jarang dimiliki, sehingga kehadirannya langsung menarik perhatian warga sekitar yang berkerumun untuk melihatnya.

Banyak orang bertanya-tanya, apa sebenarnya merek sepeda yang terlihat dalam foto tersebut? Berdasarkan pengamatan terhadap logo dan ciri fisiknya, banyak yang berpendapat bahwa kemiripan yang kuat terlihat dengan merek Fongers.
Secara khusus, sepeda yang berada di posisi kedua dari bawah sebelah kiri dinilai paling mirip dengan model buatan Fongers, meskipun jenis garpu depan (fork) yang digunakan agak berbeda dari ciri khas model buatan perusahaan tersebut.
Sebagai referensi, dokumentasi sejarah mencatat bahwa Fongers meluncurkan generasi pertamanya pada tahun 1892 dengan jenis sepeda keselamatan (safety bicycle).
Oleh karena itu, penulisan tahun pada foto sebaiknya ditulis sebagai “sekitar 1890”, mengingat terdapat beberapa hal yang masih bersifat pendapat dan membutuhkan verifikasi lebih lanjut terkait waktu pengambilannya.
Foto ini diyakini sebagai salah satu dokumentasi paling tua yang masih tersimpan dan menjadi bukti nyata masuknya sepeda pertama kali ke wilayah Indonesia.
Jika dilihat dari ciri fisik seperti setang kemudi dan struktur garpu depan, mayoritas sepeda yang ada dalam gambar memiliki karakteristik sepeda buatan Inggris dan Jerman.

Kedua negara ini memang menjadi pemasok utama kendaraan roda dua tersebut yang masuk ke Nusantara pada masa-masa awal.
Perlu diketahui pula bahwa sejarah Fongers sendiri dimulai pada tahun 1884, saat perusahaan ini hanya berperan sebagai penjual dan perakit sepeda yang diimpor dari Inggris maupun Jerman.
Baru mulai tahun 1890, Fongers mulai memproduksi model sepeda hasil rancangan dan pembuatannya sendiri.
Hal ini menjelaskan mengapa pada periode sekitar tahun 1890, masih banyak ditemukan sepeda buatan negara Eropa lain yang beredar.**