WARTALINTASBATAS.MY.ID, DELI SERDANG — Kisah inspiratif datang dari dunia pendidikan Islam di Sumatera Utara. Seorang penghafal Al-Qur’an 30 juz, Ustadz Dr. Zulfahmi Hasibuan, S.Pd.I., M.Pd, resmi meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Rabu (4/3/2026). Perjalanan akademiknya menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an mampu mengantarkan seseorang menembus puncak ilmu pengetahuan.
Dalam sidang doktoralnya, Zulfahmi mempertahankan disertasi berjudul “Implementasi Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an untuk Meningkatkan Pembersihan Jiwa dalam Perspektif Konseling Islami di SMP Islam Kabupaten Deli Serdang.” Dengan argumentasi ilmiah yang tajam dan riset mendalam, ia menjelaskan bagaimana pendidikan tahfidz bukan hanya melahirkan penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan ketenangan jiwa peserta didik.
Sosok Zulfahmi bukanlah nama asing di kalangan pendidikan Islam. Ia merupakan alumni Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, yang dikenal sebagai salah satu pesantren besar yang melahirkan banyak tokoh intelektual dan pemimpin umat. Sejak lama, ia aktif mengabdikan diri di berbagai pesantren, lembaga pendidikan, serta kegiatan dakwah di tengah masyarakat.
Selain sebagai akademisi, Zulfahmi juga aktif dalam organisasi keagamaan. Ia dipercaya sebagai Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Deli Serdang Komisi Pendidikan dan Ketua Umum Ikatan Silaturahim Hafizh Hafizhah (ISLAH) Kabupaten Deli Serdang, sebuah organisasi yang menaungi para penghafal Al-Qur’an dan memperkuat jaringan dakwah tahfidz di daerah tersebut.
Menurutnya, perkembangan lembaga pendidikan tahfidz saat ini menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Ia menilai pendidikan berbasis Al-Qur’an memiliki kekuatan besar dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.
“Pembelajaran tahfidz memiliki peran penting dalam tazkiyatun nafs atau pembersihan jiwa, sehingga mampu membentuk peserta didik secara holistik—baik dari sisi intelektual, emosional, spiritual, maupun sosial,” ujarnya.
Pesan Al-Qur’an sendiri menegaskan pentingnya penyucian jiwa sebagai jalan menuju keberhasilan hidup. Allah SWT berfirman dalam QS. Asy-Syams ayat 9-10:
???? ???????? ??? ????????? ? ?????? ????? ??? ?????????
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.”
Perjalanan Ustadz Dr. Zulfahmi Hasibuan menjadi bukti nyata bahwa Al-Qur’an bukan hanya dihafal, tetapi juga mampu melahirkan gagasan ilmiah, membangun karakter, dan menerangi jalan pendidikan umat. Dari pesantren hingga ruang akademik, cahaya Al-Qur’an terus menginspirasi generasi.(WLB/ RG)










LEAVE A REPLY