Home News Zakiyuddin Harahap Angkat Bicara soal Gerakan Sosial Matahari Pagi Indonesia, Pesannya Bikin Haru

Zakiyuddin Harahap Angkat Bicara soal Gerakan Sosial Matahari Pagi Indonesia, Pesannya Bikin Haru

18
0
SHARE
Zakiyuddin Harahap Angkat Bicara soal Gerakan Sosial Matahari Pagi Indonesia, Pesannya Bikin Haru

WARTALINTASBATAS.MY.ID, MEDAN – Momentum Ramadhan kembali menghadirkan kisah kepedulian sosial yang menyentuh hati. Organisasi Matahari Pagi Indonesia menggelar buka puasa bersama sekaligus santunan bagi anak yatim piatu dan penyandang disabilitas di Aula Perguruan Islam Al-Amjad, Medan, Minggu (8/3/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap serta Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak. Kehadiran dua tokoh ini membuat kegiatan sosial tersebut menjadi perhatian banyak pihak.

Di hadapan para tamu undangan dan puluhan anak yatim, Zakiyuddin Harahap menyampaikan apresiasi terhadap gerakan sosial yang dilakukan Matahari Pagi Indonesia. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa solidaritas sosial masih kuat di tengah masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian sosial yang ditunjukkan pengurus Matahari Pagi Indonesia. Kegiatan seperti ini sangat positif karena langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Zakiyuddin Harahap.

Ia juga berharap gerakan sosial tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi dapat terus berkembang dan melibatkan lebih banyak pihak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa organisasi masyarakat harus mampu menjadi kekuatan produktif yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

“Matahari Pagi harus menjadi komunitas yang produktif dan memberikan kebermanfaatan nyata, terutama bagi masyarakat di Sumatera Utara,” tegas Dahnil.

Kegiatan santunan dan buka puasa bersama ini pun berlangsung penuh kehangatan. Selain menjadi ajang berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan, kegiatan tersebut juga memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh nasional, dan organisasi masyarakat dalam membangun gerakan sosial yang lebih luas. (WLB/ REL)