WARTALINTASBATAS.MY.ID, DELISERDANG — Dukungan terhadap upaya mempertahankan Masjid Al-Ikhlas di Komplek Veteran, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, terus menguat. Kali ini, Majelis Pimpinan Daerah (MPD) ICMI Muda Deliserdang secara terbuka menyatakan sikap berada di barisan yang sama dengan tokoh Sumatera Utara, Musa Rajekshah, dalam menolak rencana pembongkaran rumah ibadah tersebut.
Ketua MPD ICMI Muda Deliserdang, Suyono SH, menilai keberadaan masjid tidak bisa dipandang semata sebagai bangunan fisik, melainkan simbol kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Muslim di kawasan tersebut. Karena itu, setiap rencana pembongkaran terhadap rumah ibadah harus ditempatkan dalam kerangka dialog yang adil, transparan, dan menghormati sensitivitas umat.
“Kami dari ICMI Muda Deliserdang mendukung penuh langkah Bapak Musa Rajekshah bersama aliansi ormas Islam yang berupaya mempertahankan Masjid Al-Ikhlas. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan umat,” ujar Suyono kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, sikap solidaritas berbagai organisasi kemasyarakatan Islam menunjukkan bahwa persoalan ini tidak lagi dipandang sebagai isu lokal semata, melainkan telah menjadi perhatian kolektif umat. Ia menegaskan, jika diperlukan, ICMI Muda Deliserdang siap turun langsung mendampingi masyarakat untuk memastikan masjid tersebut tetap berdiri.
“Jika dibutuhkan, kami siap berada di garda terdepan bersama masyarakat dan elemen umat Islam lainnya untuk mempertahankan Masjid Al-Ikhlas dari pembongkaran atau penggusuran,” kata Suyono.
Pernyataan dukungan dari ICMI Muda Deliserdang menambah panjang daftar organisasi masyarakat yang menyuarakan penolakan terhadap rencana pembongkaran masjid tersebut. Di tengah meningkatnya perhatian publik, sejumlah pihak kini berharap pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dapat membuka ruang dialog yang konstruktif guna mencari solusi yang tidak melukai rasa keadilan masyarakat.
Di mata banyak warga, keberadaan Masjid Al-Ikhlas bukan sekadar bangunan ibadah, tetapi juga penanda identitas sosial dan ruang kebersamaan yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat Percut Sei Tuan. Karena itu, polemik rencana pembongkaran masjid ini dipandang sebagai ujian bagi kemampuan semua pihak untuk menempatkan kepentingan umat dan harmoni sosial di atas kepentingan lain. (WLB/ RG)










LEAVE A REPLY