Mahyeldi Dorong Penyelesaian Masalah dari Akar, Soroti PETI, Pendidikan dan Ketahanan Sosial
PADANG (CNPost) – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi daerah harus ditangani secara komprehensif dengan menyentuh akar permasalahan, bukan hanya melakukan tindakan penertiban yang bersifat sementara.
Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi dalam dialog bersama aktivis dan tokoh masyarakat di Kota Padang, Jumat (12/6/2026). Kegiatan itu menjadi wadah bertukar pikiran terkait berbagai isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat Sumatera Barat.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah persoalan penting menjadi perhatian, di antaranya pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, penanganan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), peningkatan mutu pendidikan, serta penguatan ketahanan sosial berbasis keluarga dan nagari.
Menurut Mahyeldi, penyelesaian sebuah persoalan harus dilakukan dengan memahami faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya masalah sehingga kebijakan yang diambil mampu memberikan solusi jangka panjang.
"Jika ingin menyelesaikan masalah secara menyeluruh, maka yang harus dibenahi terlebih dahulu adalah sumber persoalannya. Jangan hanya fokus pada akibat yang terlihat di lapangan," ujarnya.
Pengawasan BBM untuk Menekan PETI
Salah satu isu yang mendapat sorotan dalam dialog tersebut adalah maraknya aktivitas PETI di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Mahyeldi menilai pengawasan distribusi BBM subsidi perlu diperketat karena menjadi salah satu faktor yang mendukung operasional tambang ilegal, terutama yang menggunakan alat berat.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas penambangan tradisional berbeda dengan pertambangan yang menggunakan alat berat dan mesin modern yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan lebih besar.
Menurutnya, pengendalian distribusi BBM dapat menjadi langkah strategis dalam membatasi aktivitas pertambangan ilegal.
"Ketika distribusi BBM yang digunakan untuk kegiatan ilegal dapat diawasi secara ketat, maka aktivitas tambang tanpa izin akan lebih mudah dikendalikan," katanya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, lanjut Mahyeldi, terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait guna memperkuat pengawasan distribusi BBM serta mendorong upaya pelestarian lingkungan.
Pendidikan Jadi Fondasi Kemajuan Daerah
Selain membahas persoalan lingkungan dan pertambangan, Mahyeldi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan sebagai investasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia.
Ia menilai peningkatan mutu pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks. Karena itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya," ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Sumbar tengah menyiapkan penguatan regulasi terkait peran komite sekolah agar partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan berjalan secara transparan dan sesuai ketentuan.
Pemerintah juga terus memperluas akses pendidikan melalui pengembangan sekolah berasrama serta sistem pembelajaran jarak jauh untuk menjangkau daerah-daerah yang masih mengalami keterbatasan akses.
"Setiap anak harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi geografis maupun keterbatasan fasilitas," tegas Mahyeldi.
Peran Nagari Diperkuat
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi turut menyoroti pentingnya penguatan ketahanan sosial masyarakat. Ia menilai keluarga, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan pemerintahan nagari memiliki peran penting dalam mencegah serta menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
Menurutnya, nagari harus menjadi pusat penguatan nilai sosial, budaya, dan kebersamaan masyarakat sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan lebih cepat dan dekat dengan warga.
"Kita ingin memperkuat fungsi nagari sebagai ruang dialog dan pusat penyelesaian persoalan masyarakat dengan tetap mengedepankan aturan hukum yang berlaku," katanya.
Di akhir dialog, Mahyeldi menegaskan bahwa pembangunan Sumatera Barat harus berjalan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian lingkungan, dan penguatan persatuan masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi seluruh elemen masyarakat, ia optimistis Sumatera Barat dapat terus berkembang menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan.
"Sumatera Barat harus maju, kompetitif, menjaga persatuan, serta membuka ruang kolaborasi yang luas bagi seluruh masyarakat," pungkasnya.
Related Articles