Home Aceh Selatan Dugaan Keracunan Massal di Pasie Raja, Dinkes Uji Sampel MBG Yayasan Ruang Kito Basamo

Dugaan Keracunan Massal di Pasie Raja, Dinkes Uji Sampel MBG Yayasan Ruang Kito Basamo

60
0
SHARE
Dugaan Keracunan Massal di Pasie Raja, Dinkes Uji Sampel MBG Yayasan Ruang Kito Basamo

LENSAATJEHSELATAN.MY.ID,-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berada di bawah sorotan publik. Sebanyak 18 siswa dari jenjang PAUD hingga SMA di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, dilarikan ke fasilitas kesehatan pada Kamis (27/2/2026) malam setelah diduga mengalami keracunan makanan.

 

Dari total tersebut, 14 siswa harus menjalani rawat inap di UPTD Puskesmas Ujung Padang Rasian, sementara empat lainnya diperbolehkan rawat jalan. Seluruh korban mengalami gejala serupa sakit perut hebat, mual muntah, hingga reaksi alergi pada kulit usai mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan Yayasan Ruang Kita Basamo melalui SPPG Gampong Ujung Padang Asahan.

 

Salah satu korban, ISNA Fitria (16), warga Pasie Rasian, menceritakan gejala yang muncul tak lama setelah menyantap hidangan.

"Setelah makan bakso, saya langsung merasa sakit perut, mual, lalu muntah-muntah," ujarnya di ruang perawatan.Menu yang diterima siswa hari itu terdiri atas bakso, mie goreng, roti, telur, telur itik asin, susu, serta minuman es kacang.

Masrida (40), orang tua salah satu siswa, mengaku awalnya tidak mengaitkan kondisi anaknya dengan program MBG. Namun setibanya di puskesmas, ia mendapati pasien lain mengalami gejala identik.

 

"Saya baru tahu setelah di puskesmas, ternyata semua anak yang masuk makan menu yang sama. Kami trauma. Untuk sementara, saya akan menolak dulu MBG supaya tidak terulang," katanya.

 

Pihak medis mendiagnosis para siswa mengalami Obs. Vomitur (observasi muntah hebat) dan urtikaria, yakni reaksi alergi yang ditandai bentol kemerahan dan gatal. Kombinasi kedua gejala tersebut kerap mengarah pada dugaan keracunan makanan atau reaksi alergi akut, meski penyebab pastinya masih menunggu hasil uji laboratorium.

Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Faizah Abbas, didampingi Kabid Kesmas Yulimir serta Kepala UPTD Puskesmas Ujung Padang Rasian, Mariamah, meninjau langsung kondisi para siswa.

 

"Berdasarkan wawancara dengan pasien dan keluarga, mereka mengonsumsi mie, es kacang, dan bakso, lalu merasakan mual serta muntah," ujar Faizah.

Dinas Kesehatan juga melakukan inspeksi ke dapur SPPG Yayasan Ruang Kita Basamo di Gampong Ujung Padang Asahan. Dari hasil peninjauan awal, terungkap bahwa dapur tersebut belum mengantongi IPAL dan Sertifikat Layak Higienis dan Sanitasi (SLHS), dokumen penting yang menjadi standar kelayakan sanitasi dalam pengolahan pangan.

 

Petugas telah mengambil sampel sisa makanan yang dikonsumsi siswa serta sampel dari dapur produksi untuk diuji di laboratorium. Hasil uji tersebut akan menjadi dasar penetapan penyebab kejadian.

 

Faizah menyatakan peristiwa ini masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) dan menjadi yang pertama di Aceh Selatan terkait dugaan keracunan MBG.

 

"Kami akan menangani kasus ini secara serius dan memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan maksimal," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala SPPG Ujung Padang Asahan, Isfulriza Yanda, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.

 

"Kami mohon maaf atas kejadian ini. Jika memang ada kelalaian dari pihak kami, tentu akan menjadi bahan evaluasi ke depan. Namun kami tetap menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan," ujarnya.

 

Hingga Jumat siang, kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik, meski sebagian masih dalam observasi ketat.

 

Kasus ini menambah daftar evaluasi terhadap implementasi MBG di daerah, khususnya terkait pengawasan standar keamanan pangan.