Home FILM 36 Tahun Kemudian

36 Tahun Kemudian

Film Top Gun Maverick [2022]

16
0
SHARE
36 Tahun Kemudian

Tahun 1986. Reaktor nuklir Chernobyl meledak. AIDS mulai masuk ke Indonesia. Film Top Gun dirilis dan saya masih kelas 3 SD. 

Saya membayangkan diri saya sebagai Misa Matsushima, pilot perempuan jet tempur pertama Jepang. "Semenjak saya menonton film tersebut, saya mengagumi posisi sebagai pilot jet tempur," kata warga asli Yokohama itu. Siapa yang tak terkagum dengan keberanian pilot jet tempur itu bertarung nyawa, sikap mereka yang cenderung memberontak yang tentunya menarik bagi anak muda. Dan tentu saja ada faktor Tom Cruise.

Tiga puluh enam tahun lalu, Top Gun menghipnotis banyak orang. Saya menontonnya bertahun-tahun kemudian ketika sudah menginjak bangku SMA. Dengan menyewa VHS untuk ditonton bersama teman-teman terdekat di akhir pekan. Menginap bersama. Hampir satu dekade berlalu, daya hipnotisnya masih sangat kuat. Saya pun sempat tertarik ingin masuk sekolah pilot namun apa daya tinggi badan tak menunjang. Saya mengubur mimpi, namun tak demikian halnya dengan Misa yang akhirnya bisa melanjutkan pendidikan di Akademi Pertahanan Nasional Jepang dan lulus di tahun 2014. Juga banyak pemuda-pemudi lain di seluruh dunia yang akhirnya bisa mewujudkan mimpinya menerbangkan pesawat jet tempur di angkasa.

Sosok Maverick-lah yang membuat kita berempati dan mengikuti kisahnya sepanjang 110 menit itu. Kita selalu membayangkan diri kita sebagai sosok pemuda ganteng, cerdas, pemberani dan nekat itu. Dan perempuan mana yang tak suka dengan segala kualitas yang dimiliki Maverick? 

Cruise memang menjadi nyawa film itu dan membuat banyak orang di seluruh dunia berduyun-duyun dan berkompetisi memasuki sekolah pilot. Banyak yang bermimpi bakal bertarung dengan gegap gempita di langit tak berbatas. Dan banyak yang bersepakat bahwa bertarung nyawa demi negara adalah sebuah kewajiban.

Dan tiga puluh enam tahun kemudian, Maverick kembali. Dengan fisik yang masih prima. Masih dengan karakter yang sama. Tapi dengan kebijaksanaan yang mengagumkan. Ia belajar dari masa lalu. Ia ingin memperbaikinya seperti kita semua. Namun ia ingin meninggalkan warisan bagi para pemuda-pemudi yang mengikuti jejaknya.

Bagi seorang pilot pesawat jet tempur, warisan apa yang ingin ditinggalkannya? Keterampilan. Pengetahuan. Dan sikap untuk bekerjasama. Dalam sebuah misi, apa daya keterampilan dan pengetahuan yang mumpuni jika kita tak bisa bekerjasama dengan rekan setim? 

Dalam tim yang baru dibentuk itu, ada Rooster yang dihormati sesama rekannya. Namun ia punya dendam yang menunggu waktu untuk meledak kepada Maverick. Sesuatu yang terkait dengan masa lalu ayahnya. Musuh Maverick memang bukan cuma dirinya sendiri, namun juga masa lalu. Dan ia harus menyelesaikan semuanya.

Tiga puluh enam tahun kemudian, dengan kecanggihan teknologi tak terbayangkan, sekali lagi Top Gun menghipnotis. Selama 131 menit, imajinasi kita melambung bersama dengan melesatnya pesawat jet tempur mutakhir. Maverick harus menyelesaikan misi hampir mustahil ini sebagai bagian dari keinginan dirinya untuk maju. Tak lagi terus menerus menjadi kapten selama bertahun-tahun.

Saya membayangkan diri saya sebagai Misa yang menerima misi hampir mustahil untuk membela negaranya. Mempersiapkan diri dalam waktu yang sempit. Harus bertarung dengan ego. Dan mengutamakan sesama tim diatas segalanya. Rasa gentar menerima misi itu pasti ada namun rasa mengabdi pada negara rasanya lebih penting. Saya membayangkan diri saya sebagai Misa yang menerima misi hampir mustahil itu dengan segala resikonya. Terutama kehilangan nyawa.

Berapa banyak dari kita yang menerima pekerjaan yang mempertaruhkan nyawa setiap hari? Berapa banyak diantara mereka yang bertahan atas nama mengabdi kepada negara? Dan berapa banyak diantara mereka yang ikhlas tak menjalin hubungan emosional dengan siapapun agar tak seorangpun merasa ditinggalkan ketika sesuatu terjadi?

Rooster tahu resiko itu dari ayahnya dan ia membenci Maverick karenanya. Namun Rooster menekan egonya demi misi itu. Demi membela negaranya. Ia mendahulukan kepentingan banyak orang diatas dendam pribadinya.

Kini saya membayangkan diri saya menjadi Maverick. Sudah tak punya ambisi apapun. Ingin memperbaiki kegagalan demi kegagalan yang pernah dilakukannya. Moving on. Tapi sebuah misi hampir mustahil harus dipimpinnya dengan ukuran sukses tak boleh seorangpun yang tewas karenanya.

Kita adalah Maverick. Yang ingin menyelesaikan misi terakhir dalam hidup. Dan mewariskan sesuatu yang penting bagi generasi penerus.

 

TOP GUN: MAVERICK

Produser: Jerry Bruckheimer, Tom Cruise, David Ellison, Christopher McQuarrie

Sutradara: Joseph Kosinski

Penulis Skenario: Ehren Kruger, Eric Warren Singer, Christopher McQuarrie

Pemain: Tom Cruise, Jennifer Connelly, Miles Teller

Video Terkait: