Tahun 2007. Saya masih menjalani karir saya sebagai film publicistdan dunia film Indonesia berkenalan pertama kalinya dengan Reza Rahadian.
Tak ada yang tahu bagaimana seorang aktor menemukan jalannya di dunia film. Begitu pula dengan Reza. Pertama kali publik mengenalnya justru di film tak bermutu berjudul “Film Horor”. Yess, Anda tak salah baca, judul filmnya memang seperti itu dan diniatkan sebagai Scary Movie-nya Indonesia. Tapi mutiara selalu bisa ditemukan dalam kubangan lumpur sekalipun. Dan 2 tahun setelahnya berkat film “Emak Ingin Naik Haji”, publik mulai mengenali kecakapan Reza dalam soal akting.
Sejauh ini hanya Reza satu-satunya aktor Indonesia yang pernah beroleh 4 Piala Citra sekaligus. Sekali ia meraihnya untuk kategori Pemeran Pembantu Pria Terbaik di FFI 2009 untuk film “Perempuan Berkalung Sorban” dan 3 kali ia membawa pulang Piala Citra untuk kategori Pemeran Utama Terbaik masing-masing untuk film “3 Hati Dua Dunia Satu Cinta” di FFI 2010, “Habibie & Ainun” di FFI 2013 dan “My Stupid Boss” di FFI 2016. Dan tahun ini peluang Reza untuk sekali lagi membawa pulang Piala Citra terbuka lebar untuk perannya di film “Berbalas Kejam”.
Dalam “Berbalas Kejam” yang tayang di Prime Video, Reza bertransformasi sebagai pria murung yang menyimpan trauma dan dendam karena melihat istri dan anaknya mati di depan matanya tanpa ia bisa menolong mereka. Di ajang penghargaan sekelas Academy Awards, peran-peran seperti ini menjadi impian para aktor karena menawarkan eksplorasi karakter sekaligus menampilkan jangkauan akting yang lebar dan menantang. Di Oscar tahun ini, peran sejenis dimainkan Brian Tyree Henry di “Causeway” yang berhasil membuatnya dinominasikan untuk pertama kalinya.
Dan Reza Rahadian adalah pilihan tepat dari sutradara Teddy Soeriaatmadja. Keduanya sudah bekerjasama 10 tahun lalu di film “Something in the Way” dan karenanya Teddy mengenali betul jangkauan akting yang bisa dimainkan Reza. Skenario memang memberi panggung maha luas bagi Reza untuk memperlihatkan sisi keaktorannya yang selama ini belum pernah dilihat publik.
Trauma dan dendam menjadi dua bahan utama dari “Berbalas Kejam” yang diolah dengan baik oleh skenario yang ditulis sendiri oleh Teddy. Kita melihat Adam yang hancur selama dua tahun, perlahan menghancurkan dirinya sendiri pasca kematian istri dan anaknya. Kita juga melihat bagaimana Adam berusaha mengelak bahwa hidupnya sedang tak baik-baik saja. Dan trauma, juga dendam, yang lantas dibalut kemarahan itu perlu bertemu sumbunya untuk meledak.
Trauma dengan beragam sebabnya juga diproses berbeda-beda oleh setiap orang. Seperti Adam, saya pun pernah merasakan ditinggal oleh ibu dan adik yang sangat saya sayangi dan membuat saya merasa bahwa usia saya pun akan pendek seperti mereka. Tapi tak seperti Adam, ibu saya meninggal karena kecelakaan mobil dan adik saya karena sakit, karenanya saya lebih mudah berdamai dengan trauma dan disembuhkan oleh waktu.
Yang dialami Adam jauh lebih kompleks. Dan sangat sulit untuk memahami bagaimana rasanya berada di posisi Adam. Trauma yang akhirnya bercampur baur dengan dendam dan kemarahan itu kita tahu akan meledak. Kita juga tahu bahwa membalas dendam juga tak akan mengembalikan orang-orang yang kita cintai. Tapi siapa kita yang bisa menghakimi tindakan yang diambil oleh seseorang perihal “berdamai” dengan trauma dan dendamnya?
Dan Adam memilih mengatasi trauma dan dendamnya dengan caranya sendiri. Dengan cara yang mungkin sulit kita pahami karena kita tak pernah merasakan berada di posisinya. Juga dengan cara yang tak bisa kita benarkan. “Jika mata selalu dibalas dengan mata, maka seisi dunia akan jadi buta.”
Reza membuat kita merasakan derita yang dirasakan Adam sepanjang durasi film. Dan itulah pencapaian tertingginya sebagai seorang aktor. Membuat penonton merasakan apa yang dirasakan oleh karakter yang dimainkannya, membuatnya bersimpati dengan segala tindakan-tindakan salah yang dilakukannya dan membuat penonton tahu betapa sulit ia mengendalikan urgensi untuk membalaskan dendamnya hanya untuk merasakan hidupnya kembali tenang.
Berkat “Berbalas Kejam”, kelak penonton juga akan menyadari bahwa Baim Wong adalah seorang aktor yang brilyan sebagaimana Reza.
BERBALAS KEJAM
Produser: Baim Wong, Teddy Soeriaatmadja
Sutradara: Teddy Soeriaatmadja
Penulis Skenario: Teddy Soeriaatmadja
Pemain: Reza Rahadian, Laura Basuki, Baim Wong






LEAVE A REPLY