Tahun 1962. Bernard Waber memperkenalkan karakter fiksi ciptaannya, seekor buaya bernama Lyle yang bisa bernyanyi merdu. Dan 60 tahun kemudian, kita melihat sosok Lyle mewujud menjadi film bioskop.
Saya tak paham apa yang ada di kepala Bernard ketika menciptakan karakter Lyle dan bukunya Lyle, Lyle, Crocodile yang dicintai jutaan anak di seluruh dunia. Tapi saya tahu bahwa buku itu tercipta selain karena kreatifitas Bernard, juga karena keinginannya untuk bercerita kepada anak-anaknya. Maka keajaiban dunia rekaannya tak lekang dimakan waktu. Imajinasi menembus dekade dan masih tersaji hingga hari ini.
Di Lyle, Lyle, Crocodile yang kini tayang di Netflix, kita kembali bertemu dengan buaya yang tak terlalu menyeramkan dan bersuara merdu itu. Hector lah yang pertama kali menemukan Lyle dan talentanya yang luar biasa. Hector berpikir bisa melatih Lyle agar kelak bisa tampil bersamanya menghibur orang dan mendapatkan uang dari itu. Tapi Hector pula yang kelak menelantarkan Lyle ketika tahu buaya kesayangannya itu tak bisa bernyanyi di hadapan banyak orang karena demam panggung.
Lyle, sebagaimana sebagian dari kita, tahu rasanya ditelantarkan. Menarik diri dari perhatian siapapun, merasa diri tak berguna dan tak bisa dimengerti siapapun. Lyle yang berwujud buaya ternyata juga bisa mengolah rasa sebagaimana manusia. Ia hanya tak bisa berbicara, namun ajaibnya ia bisa menyuarakan isi hatinya.
Lyle kelak bertemu dengan Josh, anak satu-satunya dari keluarga Primm, yang baru saja pindah ke New York. Josh yang kikuk merasa terasing di kota sebesar itu. Ia tak punya teman, tak punya siapapun untuk diajak berbicara hingga ia bertemu dengan Lyle dalam sebuah situasi canggung.
Tapi Lyle dan Josh bisa cepat berteman dan saling memahami satu sama lain. Seperti ada kesamaan diantara keduanya. Perasaan terasing membuat keduanya menjadi dekat dan Josh merasa hidupnya kembali berwarna sejak bertemu Josh. Tapi orangtua mana yang akan membiarkan anaknya bermain bersama buaya berukuran dua kali lebih besar dari orang dewasa?
Sebagaimana film keluarga lainnya, Lyle, Lyle, Crocodile memang seperti didesain untuk menyenangkan hati penonton. Kita lupa betapa tak masuk akal dan tak menariknya seekor buaya yang bisa bernyanyi. Kita lupa betapa tak logisnya seekor buaya berukuran besar yang selama 18 bulan tak pernah bertemu dengan seorang manusia pun. Tapi kita bisa melupakan semua ketidaklogisan itu karena sesungguhnya film ini bercerita hal-hal yang selalu kita rindukan: nilai-nilai persahabatan dan keluarga.
Dan Lyle, Lyle, Crocodile menjadi lebih menarik karena nyanyian Lyle diisi suarakan oleh Shawn Mendes dengan suaranya yang khas. Lagu demi lagu di dalam film yang dirakit duet maut Benj Pasek dan Justin Paul juga enak sekali mengalun mengiringi adegan demi adegan. Benj dan Justin adalah sosok di balik lagu-lagu orisinal nan menarik di film La La Land, The Greatest Showman dan Dear Evan Hansen.
Lyle dan Josh dipertemukan oleh semesta karena sebuah tujuan. Bahwa Josh akan bisa belajar banyak hal dari Lyle dan bahwa ia pun kelak akan bisa memaknai persahabatan yang belum pernah dirasakannya. Kedua orangtua Josh pun tahu bahwa Lyle bukan sekedar buaya biasa, ia seekor buaya yang hadir untuk menerangi rumah mereka yang baru dengan kehangatan dan tulusnya persahabatan.
Dan Hector yang menelantarkan Lyle pun tahu bahwa ia harus kembali. Ia tahu bahwa Lyle akan bisa memaafkannya. Hector mungkin masih mengulang kesalahan yang sama tapi ia pun akan belajar. Sama seperti kita yang selalu mengulang kesalahan yang sama berkali-kali dan akhirnya dipaksa untuk belajar darinya.
Di tangan Bernard, sosok buaya dikuliti menjadi sosok yang menyenangkan. Dan sebagaimana bukunya, Lyle, Lyle, Crocodile pun membuat hati hangat setelah menontonnya. Saya yang seorang ayah dari 2 orang anak pun bisa memahami mengapa jutaan anak sedunia jatuh hati pada sosok buaya ini. Karena bisa jadi Lyle adalah kita, seseorang yang menunggu dunia bisa melihat sosok kita apa adanya di saat yang tepat. Menjadi seseorang yang tahu bagaimana mencurahkan hati pada orang yang mempedulikan kita. Dan kita tahu Bernard menggaungkan nila-nilai yang tak akan lekang dimakan jaman hingga 100 tahun sekalipun. Dan 60 tahun dari sekarang bisa jadi kita akan kembali melihat Lyle dalam wujud yang lebih canggih namun tetap hadir dengan kehangatan dan ketulusan hatinya.
LYLE, LYLE, CROCODILE
Produser: Josh Gordon, Hutch Parker, Will Speck
Sutradara: Josh Gordon, Will Speck
Penulis Skenario: Will Davies
Pemain: Javier Bardem, Winslow Fegley, Shawn Mendes






LEAVE A REPLY