Home SERIAL Nyeri Yang Membunuh Amerika

Nyeri Yang Membunuh Amerika

Film Dopesick [2021] - Tayang di Disney Plus

8
0
SHARE
Nyeri Yang Membunuh Amerika

Tahun 1996. Saya memulai menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Dan Purdue Pharma memulai ambisinya menjadi perusahaan farmasi terbesar di dunia dengan memperkenalkan OxyContin.

Dan setelah 20 tahunan dipasarkan secara agresif, pereda nyeri yang lebih populer disebut sebagai Oxy itu telah membunuh lebih dari 200 ribu orang di Amerika. Padahal awalnya pil pereda nyeri itu diklaim “kurang dari 1% menyebabkan kecanduan”.

Beth Macy membongkar skandal paling memalukan dalam sejarah farmasi Amerika itu di bukunya yang berjudul Dopesick: Dealers, Doctors, and the Drug Company that Addicted America. Kita bergidik ketika Macy membawa kita mengikuti kisah seorang ibu yang kehilangan anaknya hanya karena keserakahan dari perusahaan farmasi. Ada kisah sedih dari orangtua yang kehilangan anaknya, kemarahan dari saudara yang ditinggalkan kakak/adiknya hingga bagaimana garda depan masyarakat seperti polisi cenderung kebingungan menghadapi epidemi ini. 

Yang paling menarik dari serial Dopesick yang tayang di Disney Plus ini adalah bagaimana cerita juga berkutat pada seorang dokter yang awalnya meresepkan obat itu ke pasiennya hingga akhirnya jatuh ke dalam lingkaran setan pecandu. Samuel Finnix, seorang dokter yang sangat dihormati di masyarakat, dengan mudah berubah dan dianggap menjadi sampah masyarakat ketika ia menjadi pecandu dan tak bisa mengendalikan dirinya. Ia tak hanya kehilangan pekerjaannya sebagai dokter, namun ia juga kehilangan harga dirinya.

Kita juga melihat bagaimana Betsy Mallum, seorang pekerja tambang, yang awalnya diresepkan oleh Samuel untuk mengkonsumsi Oxy demi meredakan nyeri. Namun perlahan tapi pasti, Betsy mengalami kecanduan yang tak hanya mengguncang hidupnya namun juga mengguncang keluarganya, terutama ibunya.

Dalam kasus yang mirip, saya melihat sendiri bagaimana adik saya berkenalan dengan obat-obat terlarang ketika masih menginjak kelas 1 SMP. Kematian ibu kami di saat kami masih membutuhkan kasih sayangnya membuat dunia kami terbalik. Kami berdua berubah menjadi pribadi yang berbeda. Adik saya melampiaskannya pada perilaku kecanduan dan akhirnya mengakhiri hidupnya di usia 27. Selama bertahun-tahun, saya melihat bagaimana perilaku ini tak hanya mencederai pelaku tapi juga keluarga secara keseluruhan. Tak terkira berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk membiayai perilaku kecanduan ini, tak terhitung berapa besar kesabaran yang dipupuk bertahun-tahun untuk mencoba mengerti bagaimana perilaku kecanduan ini bekerja dan mencari cara untuk mengatasinya. Dan berapa banyak masa muda yang hancur bahkan mati sebelum waktunya akibat ulah perilaku kecanduan ini.

Menonton Dopesick membuat kita semakin gelisah. Membuat kita semakin mengkhawatirkan masa depan anak-anak kita kelak. Mereka tak hanya berjuang untuk masa depan yang gemilang namun juga berjuang untuk tak terperangkap perilaku sejenis kecanduan ini. Dan kita juga semakin gelisah dan khawatir karena tahu seberapa mudah obat-obat itu didapatkan. Dan kita tak punya kekuatan apapun untuk melawannya.

Tapi kita bisa meniru Beth Macy. Kita bisa memulai bersuara lantang tentang kisah-kisah yang kita atau orang-orang terdekat yang pernah alami seputar perilaku kecanduan. Dan kita berharap suara lantang itu terdengar semakin keras ketika dibagikan ke banyak orang. Dan kita berharap semakin banyak dari kita yang peduli akan bahayanya perilaku kecanduan obat ini.

Sebelas tahun setelah adik saya meninggal di tahun 2007, Prince ditemukan terkapar tewas di rumahnya. Penyanyi legendaris itu disinyalir juga kecanduan obat pereda nyeri dan tak bisa mengatasi kecanduannya. Kita tak pernah tahu siapa lagi yang akan jadi korban. Bukan saja dokter atau pekerja tambang, penyanyi sekaliber Prince pun terjerat olehnya.

Kekhawatiran Beth Macy bukan sekedar kekhawatiran bagaimana perusahaan farmasi membodohi masyarakat Amerika. Kekhawatirannya juga tentang bagaimana masa depan Amerika ketika anak-anak mudanya kecanduan obat dan nyaris tak bisa berfungsi dengan baik selama mencandu. Dan kekhawatiran kita pula yang membuat Dopesick bukan sekedar tontonan tapi sebagai tamparan keras untuk kita semua. Bahwa perilaku itu masih ada di sekitar kita dan sewaktu-waktu bisa kembali sebagai epidemi.

Harapan. Masa depan. Setiap kita bangun dari tidur di pagi hari, tentu saja harapan kita adalah memiliki masa depan yang lebih baik dari orangtua kita. Setiap kita menjalani aktifitas kita sebagai siswa/mahasiswa, harapan kita adalah bagaimana bisa menjalani masa depan dengan baik. 

Kita boleh saja khawatir seperti Beth Macy. Tapi kita juga bisa berkaca dari pengalaman puluhan orang yang diceritakannya dalam bukunya yang fenomenal itu. Kekhawatiran itu bisa mendatangkan mawas diri bahwa urusan nyeri tak bisa lagi dipandang remeh. Dalam hal kasus Purdue Pharma, nyeri itu telah membunuh ratusan ribu masa depan anak muda di Amerika. Dan kita mesti awas agar epidemi itu tak terjadi di Indonesia.

 

DOPESICK

Produser: Richie Kern

Sutradara: Michael Cuesta, Barry Levinson, Patricia Riggen, Danny Strong

Penulis Skenario: Beth Macy, Benjamin Rubin, Danny Strong, Jessica Mecklenburg, Eoghan O’Donnell

Pemain: Michael Keaton, Peter Sarsgaard, Michael Stuhlbarg

Video Terkait: