Home FILM Perjalanan Membawamu

Perjalanan Membawamu

Film Perjalanan Pertama [2021] - Tayang di Prime Video

17
0
SHARE
Perjalanan Membawamu

Tahun 2005. Saya bersiap memulai perjalanan terbesar dalam hidup saya. Dan di tahun yang sama, saya berkenalan dengan Reda – pemuda Prancis Maroko, yang menemani ayahnya berkelana dari Prancis menuju Mekkah.

Dalam Le Grand Voyage kita memahami bahwa perjalanan dalam film sesungguhnya bukan sekedar perjalanan. Ia juga perjalanan untuk memahami diri sendiri, juga dunia sekeliling. Perjalanan dalam film juga adalah perjalanan untuk menemukan, bahkan berdamai dengan diri sendiri.

Oleh sutradara Ishmael Ferroukhi, Le Grand Voyage berbicara tentang banyak hal. Mulai dari perbedaan pemahaman ayah yang ingin mendekatkan dirinya kepada Tuhan dan anak yang bahkan tak memahami konsep Ketuhanan. Juga tentang bagaimana perbedaan pemahaman memperlebar jurang pengertian diantara keduanya. Sang ayah dianggap tak memahami putra bungsunya sementara sang anak dianggap tak sungguh-sungguh menemani ayahnya melakukan perjalanan ibadah itu.

Konsep perjalanan untuk menemukan diri masing-masing semakin banyak ditemukan dalam berbagai film. Dalam khazanah sinema Indonesia ada Mencari Hilal dari sutradara Ismail Basbeth dengan konsep yang mirip dengan yang kita tonton di Le Grand Voyage. Ayah dan anak yang tak satu frekuensi terpaksa melakukan perjalanan, berantem sepanjang jalan untuk kemudian berdamai di akhir kisah dalam cara paling mengharukan. Namun Perjalanan Pertama tak “seambisius” dua film yang saya sebutkan diatas. Begitupun perjalanan yang dilakukan kakek dan cucu ini akan membuka banyak rahasia yang sudah lama ingin diketahui sang cucu yang tak pernah tahu siapa ayah dan ibunya.

Ketika sineas membawa kita bersama mereka melakukan perjalanan dalam filmnya, seringkali kita juga menemukan kejutan-kejutan. Dalam Perjalanan Pertama kita dibuat terpukau dengan indahnya lansekap Sumatera Barat. Bukan sebagaimana tergambar dalam iklan pariwisata namun lebih mirip video-video pendek yang kita temukan dalam reels Instagram. Ia terlihat lebih menarik karena minim polesan, ia terlihat lebih membumi karena disajikan apa adanya.

Indonesia yang di masa lalu sering dijuluki Mooi Indie memang masih punya banyak kejutan di sana-sini yang menunggu untuk ditemukan oleh sineas atau kreator konten. Kita punya lansekap pegunungan yang membius, pemandangan samudera yang membuat kita menahan nafas, juga alam pedesaan di banyak tempat dengan segala keasriannya. Film bergenre road movie memang punya potensi lebih besar untuk menguak semua itu. Seiring kamera berjalan, mata kita juga ikut menelusuri perjalanan yang dilakukan para karakter di dalamnya, mencermati tempat demi tempat yang disinggahi oleh para karakter dan bagaimana mereka beradaptasi dengan masing-masing lingkungan tersebut.

Dalam Perjalanan Pertama kita berkenalan dengan Tan dan Yahya. Seorang kakek dengan cucu yang masih berusia 10 tahun. Seorang kakek dengan masa lalu tertutup rapat dan seorang bocah dengan rasa ingin tahu yang besar. Seorang kakek yang menutup diri kepada dunia dengan seorang bocah yang justru baru memulai perjalanannya kepada dunia.

Ada satu masa dimana mungkin kita adalah Tan. Yang kecewa dengan apa yang kita lakukan di masa lalu. Merasa berdosa di masa lalu dan melakukan penebusan dosa dengan caranya sendiri. 

Dan kita bisa saja adalah Yahya. Yang ingin tahu segala rahasia yang tertutup rapat soal asal usul kita. Yang selalu merasa terpenjara dengan ketidaktahuan itu. Dan yang ingin agar sang Kakek bisa berhenti memberinya cerita fiksi tentang siapa dirinya sebenarnya.

Bagi sebagian orang, masa lalu adalah momok. Bagi sebagian orang, masa lalu adalah penjara. Dan bagi Tan, ia ingin menghapus masa lalu itu. Ia ingin menguburnya dan memulai hidup baru. Tapi masa lalu tak pernah bisa dihapus dan dikubur begitu saja. Ada saatnya ia kembali hadir, bukan untuk melukai masa depan, namun justru untuk mengingatkan bahwa masa depan ada karena masa lalu.

Bagi Yahya, ia tak punya masa lalu. Justru karena tak punya masa lalu itu, hidupnya terasa tak jelas. Ia mengalami krisis identitas karena tak tahu siapa ayah dan ibunya. Ia mencoba menatap masa depan tanpa pernah tahu masa lalu seperti apa yang pernah dialaminya.

Trauma masa lalu dan harapan akan masa depan bertabrakan di Perjalanan Pertama. Meski sekencang-kencangnya Tan mengemudikan Vespa-nya, melanggar segala aturan lalu lintas dan diburu mobil polisi patroli, namun ia tak bisa menghindar dari “tabrakan” itu. Kita tahu itu akan terjadi, cepat atau lambat. 

Pada akhirnya adalah bagaimana berdamai dengan diri. Karena setiap perjalanan sejatinya adalah upaya untuk memaafkan diri sendiri dan kembali melanjutkan hidup. Dan hidup memang adalah sebuah perjalanan yang membawa kita ke tempat-tempat tidak terduga bukan?

 

PERJALANAN PERTAMA

Produser: Dendi Reynando

Sutradara: Arief Malinmudo

Penulis Skenario: Arief Malinmudo

Pemain: Ahmad Tamimi Siregar, Muzakki Ramdhan, Adinda Thomas

Video Terkait: