Home FILM Di Balik Cahaya Gemerlapan

Di Balik Cahaya Gemerlapan

Film Backstage [2021] - Tayang di Prime Video

19
0
SHARE
Di Balik Cahaya Gemerlapan

Tahun 2021. Pandemi mulai surut, ekonomi belum stabil dan Elsa mengejar mimpinya menjadi penyanyi.

Elsa bukanlah karakter dari film animasi terkenal, Frozen. Ia karakter utama dari film Indonesia berjudul Backstage. Sebuah film tentang perjuangan menaklukkan mimpi. Ini adalah film tentang kelas pekerja negeri ini yang berani bermimpi setinggi mungkin: menjadi penyanyi terpopuler.

Elsa jelas cantik, ia juga jelas berbakat namun menyanyi bukanlah bakat terkuatnya. Justru Sandra, kakaknya, yang diberkahi anugerah bernyanyi dengan baik. Tapi baik Elsa maupun Sandra punya keterampilan lain: membohongi publik selama beberapa waktu.

Dan ingatan kita pun melompat jauh ke tahun 1990-an dan bertemu kembali dengan Mili Vanilli. Tahun 1990 saya masih duduk di kelas 6 SD, tahu lagu-lagu Mili Vanilly yang diputar radio dimana-mana dan tak pernah curiga ada yang berbeda dari keduanya. Tahun itu duo yang terdiri dari Fab Morvan dan Rob Pilatus itu berhasil membawa pulang Grammy Awards, penghargaan paling prestisius di industri musik. Dan kita sepakat Mili Vanilli pantas beroleh predikat Best New Artist dan tak merasakan keanehan sedikitpun dari keduanya.

Namun bau busuk itu tak bisa lagi disembunyikan. Keduanya juga sudah capek berbohong dan akhirnya membuat pengakuan mengejutkan kepada publik. Grammy dikembalikan pada November 1990 dan kisah ini berakhir tragis setelah Pilatus ditemukan tewas karena overdosis 8 tahun setelahnya. 

Elsa dan Sandra bukanlah Fab dan Rob. Keduanya kakak beradik sehingga secara emosional lebih sulit untuk membohongi publik dalam waktu lama. Keduanya terikat satu sama lain, keduanya juga tak ingin kembali ke masa dimana ibu mereka bekerja keras memenuhi pesanan dimsum agar mereka bisa bertahan. Tapi sejauh mana ketamakan mencicipi sukses bisa tertutupi oleh hati nurani yang terus memberontak?

Betapa banyak anak muda saat ini yang menginginkan kehidupan yang dijalani Elsa setelah sukses. Dielu-elukan penggemar, bisa memiliki apa saja dan membuat iri jutaan penggemar dengan memacari salah satu penyanyi paling ganteng. Betapa banyak anak muda saat ini yang akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kehidupan yang dijalani Elsa. Tapi berapa banyak diantara mereka yang bisa bertahan meniti karir dan sukses menjalani hidup dibalik cahaya gemerlap?

Mungkin kalimat “dunia ini panggung sandiwara” dari God Bless benar adanya. Kita menjalani peran kita masing-masing di dunia ini. Dengan resiko-resiko yang kita ambil secara sadar. Dengan pilihan-pilihan yang seharusnya sudah kita pertimbangkan matang. Dan proses adalah cara terbaik agar kita menjalani tahapan kehidupan dengan baik. Kita bisa jadi memahami sukses adalah bagian dari resiko yang seharusnya sudah kita sadari sejak awal.

Saya ingat ketika memutuskan untuk merantau ke Jakarta di akhir tahun 2005. Niatnya sederhana: ingin bekerja di dunia film yang sangat saya sukai. Tapi niat selalu tak cukup. Kita akan dipaksa berhadapan dengan realitas ketatnya persaingan dan perjuangan luar biasa keras untuk menggapai mimpi. Dan kita akan terpaksa berhadapan dengan kenyataan demi kenyataan bahwa segala sesuatu yang ingin diraih tak mudah. Saya merasakan dua kali gagal menjadi produser di tahun 2010, mendapatkan diri pernah ingin bunuh diri karena merasa gagal dan mengalami kebangkrutan hingga dua kali. Tapi mimpi adalah satu-satunya hal yang membuat kita tetap bangun dengan penuh harapan baik di pagi hari.

Elsa adalah tokoh fiksi namun kita dengan mudah menemukan Elsa-Elsa lainnya di negeri ini. Seorang gadis belia yang percaya punya kombinasi bakat dan tampang yang bisa menaklukkan negeri ini. Tapi kita tahu ribuan gadis belia dengan kualitas seperti Elsa tak menemukan pintu kesempatan sepertinya. Bahkan setelah mereka berjuang bertahun-tahun di kota yang menyalakan mimpi bernama Jakarta. Bahkan setelah mereka menggadaikan harapan orangtua dan keluarga. 

Dari Munich, tempat Mili Vanilli berasal hingga Jakarta, kita tahu mimpi tak mengenal batas regional. Ia melintasi wilayah, melompati waktu dan membuat hanya langit menjadi batasnya. Rob, Fab, Elsa dan Sandra tahu bahwa seberapa besar pun kesuksesan tak pantas dipertaruhkan dengan kebohongan yang akan terus menghimpit nurani. Gemerlapnya cahaya panggung tak akan sebanding dengan sekecil apapun kebohongan yang menjadi pertaruhannya. Kita tahu sukses itu sementara, sebagaimana kebohongan juga tak akan abadi. Dan kita akhirnya tahu Elsa dan Sandra akan menempuh jalan seperti apa. 

 

BACKSTAGE

Produser: Robert Ronny

Sutradara: Guntur Soeharjanto

Penulis Skenario: Vera Varidia, Robert Ronny, Monty Tiwa, Titien Wattimena

Pemain: Vanesha Prescilia, Sissy Priscillia, Achmad Megantara

Video Terkait: